Kamis, 22 September 2011

Kaos Promosi

Apa itu kaos promosi? ya sama kaos juga, hehe..cuma untuk kaos promosi ini memang khusus di desain dan di produksi sedemikian rupa untuk memberitahukan atau mempromosikan sebuah perusahaan atau produk. bisa itu melalui Logo, Tulisan dan Gambar.

Sampai saat ini kaos sebagai media promosi masih sangat efektif, karena kaos merupakan pakaian sejuta umat, hehe jadi siapapun masih suka pakai kaos. apalagi jika kaos nya bagus dan nyaman dipakai, di jamin deh kaos promosi nya pasti dipakai terus, apalagi gratisan.. :)

Banyak sekali macamnya kaos promosi ini. yang terpenting desain dan pemilihan warna kaosnya mencerminkan perusahaan atau produk yang akan di promosikan, selain itu kualitas juga sangat variatif tergantung budget dari perusahaan / konsumen, semua itu bisa di komunikasikan dengan vendornya.

Nah yang terakhir, saat nya kita yang promo.. kita juga biasa memproduksi kaos promosi, silahkan hubungi kami di 08156996934 / 022 91238038 jika ingin membuat kaos promosi. Desain, pemilihan bahan, budget bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan kaos promosi perusahaan / produk anda

regard,

toekangkawos


Senin, 14 Maret 2011

Tempat Download Logo-Logo Gratis

Hallo Kaos Lover...

Sablon dan Konveksi tidak bisa di pisahkan dengan logo-logo merk atau perusahaan, hal ini berhubungan dengan order, karena ketika konsumen kita order, baik itu untuk kaos promo, ghatering atau lainnya terutama dari perusahaan biasanya konsumen maunya tahu beres, jadi otomatis bahan desain pun pihak produksi yang mencari sendiri, dulu hal ini bisa menjadi masalah tersendiri bagi produsen, karena tidak semua produsen bisa membuat logo mirp 100% dari aslinya terutama warna.tetapi sekarang masalah itu bisa terselesaikan dengan banyaknya website yang menyediakan logo perusahaan-perusahaan yang bisa kita download sepuasnya.

Beberapa websitenya kami share di bawah ini, silahkan di kunjungi dan semoga bermanfaat

Sejarah Kaos (T-shirt)

Asal katanya adalah “shirt”. Kata imbuhan “T”, konon dikarenakan oleh bentuknya yang menyerupai huruf “T”. Maka jadilah “T-shirt”.

Di Indonesia, kata “T-shirt” diterjemahkan menjadi “kaos oblong”. Terjemahan ini pun tidak terlepas dari sejarah perjalanan kaos itu sendiri. Dalam Kamus Indonesia-Inggris Hassan Shadily (1997) menyamakatakan “kaos oblong” dengan kata “kaos dalam”, “singlet”, dan “undershirt”.
Dulu benda ini yang tidak jelas siapa penemunya ini hanya dipakai sebagai pakaian dalam oleh kaum pria. Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya, benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan.

T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. Pada waktu itu penontong langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, muncullah polemik seputar kaos oblong.

Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian kaos oblong – undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan dan tidak beretika. Namun di kalangan lainnya, terutama anak muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam kaos oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaos oblong bukan semata-mada suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.

Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan popularitas kaos oblong dalam percaturan mode. Akibatnya pula, beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaos oblong. Mereka mengembangkan kaos oblong dengan pelbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaos oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri – dengan berkaos oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.

Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaos oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.

Demam kaos oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun terjadi sekita tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor James Dean mengenakan kaos oblong dalam film “Rebel Without A Cause”, sehingga eksistensi kaos oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.

Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belnda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.

Namun demikian, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain.

Selanjutnya, tidak hanya di Amerika dan Eropa, di Indonesia pun kaos oblong sudah menjadi media berekspresi. Kaos oblong yang berwarna putih itu diberi gambar vinyet, dan waktu itu sempat menjadi tren/mode di kalangan anak muda Indonesia. Tapi tidak lama. Berikutnya vinyet digeser oleh tulisan-tulisan yang berwarna-warni. Tekniknya sepeprti sablon. Selain itu, ada juga gambar-gambar koboi, orang-orang berambut gondrong, dan lain-lain. Warna bahan kaos oblong pun sudah semarak, yaitu merah, hitam, biru kuning. Dan, tren kaos oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).
sumber Facebook Penggemar kaos oblong

Senin, 06 September 2010

Met Lebaran....


Assalamulaikum wr wb


Segenap karyawan dan keluarga besar toekangkawos mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan bathin..selamet mudik, selamet berkumpul dengan keluarga... yang mudik hati-hati di jalan tetap safety dan waspada, selamet pake baju baru, semoga hati kita bersih kembali....


toekangkawos tutup samapi tanggal 25 September 2010. silahkan order lagi ya... :)

wassalam

Admin web www.toekangkawos.com

Ekspedisi